Openai/69710117-a110-800f-a27e-6e184012b9b5
Appearance
This conversation was exported from ChatGPT[1]
gpt-5-2[edit | edit source]
User: Kurang dopamin karena di ghosting[edit | edit source]
Kurang dopamin karena di ghosting
[edit | edit source]
Ya, di-ghosting memang bisa menurunkan dopamin, dan itu nyata secara psikologis, bukan lebay.
Kenapa ghosting bikin “kurang dopamin”?[edit | edit source]
Dopamin adalah hormon antisipasi & harapan. Saat kamu dekat dengan seseorang:
- Ada chat → balasan → perhatian
- Otak terbiasa mendapat reward kecil tapi sering
Ketika ghosting terjadi mendadak:
- Reward itu hilang tiba-tiba
- Otak masuk kondisi withdrawal (mirip putus zat ringan)
Akibatnya:
- Hampa, kosong, lemas
- Overthinking, pengen ngecek HP terus
- Susah fokus, malas ngapa-ngapain
- Mood turun tanpa sebab jelas
Itu bukan karena kamu lemah, tapi karena sistem saraf kaget kehilangan stimulus.
Kenapa ghosting lebih sakit dari ditolak?[edit | edit source]
Karena:
- ❌ Tidak ada penutupan (closure)
- ❌ Otak terus berharap
- ❌ Dopamin naik-turun → bikin candu
Makanya ghosting sering bikin trauma bond kecil.
Cara menaikkan dopamin dengan sehat (tanpa orang itu)[edit | edit source]
Bukan lewat stalking ya—itu malah bikin turun lagi.
Yang efektif:
- Gerak fisik 20–30 menit Jalan cepat, olahraga ringan → dopamin & endorfin naik alami
- Selesaikan tugas kecil Beresin kamar, mandi air hangat → otak dapat “reward”
- Paparan matahari pagi Ini bantu reset hormon
- Kurangi trigger Arsip chat, mute story, jangan cek statusnya
- Validasi diri Ghosting = kekurangan dia, bukan nilai dirimu
Penting untuk kamu dengar[edit | edit source]
Ghosting:
- ❌ Bukan cermin harga dirimu
- ✅ Tapi cermin ketidakdewasaan emosional orang lain
Kalau mau, aku bisa bantu:
- 🔄 cara cepat menstabilkan dopamin
- 🧠 cara memutus trauma bond
- ❤️ cara agar tidak ketarik balik saat dia muncul lagi
Tinggal bilang mau fokus ke yang mana.
References[edit | edit source]
- ↑ "Dopamin dan Ghosting". ChatGPT. Retrieved 2026-01-22.