Jump to content
Main menu
Main menu
move to sidebar
hide
Navigation
Main page
Recent changes
Random page
freem
Search
Search
Appearance
Create account
Log in
Personal tools
Create account
Log in
Pages for logged out editors
learn more
Contributions
Talk
Editing
Openai/67afccc1-fb0c-8012-98b5-2709d25ab107
(section)
Add languages
Page
Discussion
English
Read
Edit
Edit source
View history
Tools
Tools
move to sidebar
hide
Actions
Read
Edit
Edit source
View history
General
What links here
Related changes
Special pages
Page information
Appearance
move to sidebar
hide
Warning:
You are not logged in. Your IP address will be publicly visible if you make any edits. If you
log in
or
create an account
, your edits will be attributed to your username, along with other benefits.
Anti-spam check. Do
not
fill this in!
=== Assistant: 1971 === 1971 ما هو التحذير؟ Apa yang dimaksud dengan tahdzir? Jawaban: التحذير هو تنبيه المخاطب إلى أمر مكروه ليجتنبه بدون استخدام فعل. Tahdzir adalah peringatan kepada seseorang agar menghindari sesuatu yang tidak diinginkan tanpa menggunakan fi’il (kata kerja). مثال / Contoh: * الكذبَ الكذبَ! (Jangan berbohong!) * الكسلَ الكسلَ! (Hindari kemalasan!) 1972 ما الفرق بين الإغراء والتحذير؟ Apa perbedaan antara ighra’ dan tahdzir? Jawaban: * الإغراء (Ighra’) digunakan untuk mendorong seseorang melakukan sesuatu yang baik. مثال: الصدقَ الصدقَ! (Jujur! Jujur!) * التحذير (Tahdzir) digunakan untuk memperingatkan seseorang agar menjauhi sesuatu yang buruk. مثال: الكذبَ الكذبَ! (Jangan berbohong!) 1973 ما هو الاستثناء؟ Apa yang dimaksud dengan istitsna’? Jawaban: الاستثناء هو إخراج الاسم الواقع بعد أداة الاستثناء من الحكم الواقع على ما قبلها. Istitsna’ adalah mengeluarkan sesuatu dari suatu hukum dengan menggunakan alat istitsna’ (kata pengecualian). مثال / Contoh: * حضرَ الطلابُ إلا خالدًا. (Semua murid hadir, kecuali Khalid.) 1974 ما هي أدوات الاستثناء؟ Apa saja alat-alat istitsna’? Jawaban: أدوات الاستثناء هي: Alat-alat istitsna’ adalah: # إلا (illa) → yang paling umum مثال: نجحَ الطلابُ إلا محمدًا. (Semua murid lulus, kecuali Muhammad.) # غير / سوى (ghairu / siwa) → sama dengan إلا tetapi berstatus isim مثال: نجحَ الطلابُ غيرَ محمدٍ. (Semua murid lulus, kecuali Muhammad.) # خلا / عدا / حاشا (khala / ‘ada / hasya) → bisa digunakan dalam fi’il مثال: نجحَ الطلابُ عدا محمدًا. (Semua murid lulus, kecuali Muhammad.) 1975 ما أنواع جملة الاستثناء؟ Apa saja jenis-jenis jumlah istitsna’? Jawaban: ينقسم الاستثناء إلى ثلاثة أنواع: Istitsna’ terbagi menjadi tiga jenis: # تام مثبت (Tamm Mutsbat) → kalimat sempurna dan positif مثال: جاءَ الطلابُ إلا زيدًا. (Semua murid datang, kecuali Zaid.) # تام منفي (Tamm Manfi) → kalimat sempurna dan negatif مثال: ما جاءَ الطلابُ إلا زيدًا. (Tidak ada yang datang kecuali Zaid.) # ناقص منفي (Naqis Manfi) → kalimat tidak sempurna dan negatif مثال: ما جاءَ إلا زيدٌ. (Hanya Zaid yang datang.) 1976 ما هو المفعول لأجله؟ Apa yang dimaksud dengan maf’ul li ajlih? Jawaban: المفعول لأجله هو المصدر المنصوب الذي يبين سبب وقوع الفعل. Maf’ul li ajlih adalah isim manshub yang menjelaskan sebab terjadinya suatu fi’il. مثال / Contoh: * ذاكرتُ حرصًا على النجاحِ. (Aku belajar karena ingin sukses.) * قامَ احترامًا للأستاذِ. (Ia berdiri karena menghormati guru.) 1977 ما هو المفعول معه؟ Apa yang dimaksud dengan maf’ul ma’ah? Jawaban: المفعول معه هو الاسم المنصوب الذي يدل على شيء وقع الفعل معه. Maf’ul ma’ah adalah isim manshub yang menunjukkan sesuatu yang terjadi bersamaan dengan fi’il. مثال / Contoh: * سارَ زيدٌ والجبلَ. (Zaid berjalan bersama gunung.) * جاءَ الطالبُ والمطرَ. (Murid itu datang bersama hujan.) 1978 ما الفرق بين المفعول لأجله والمفعول معه؟ Apa perbedaan antara maf’ul li ajlih dan maf’ul ma’ah? Jawaban: * المفعول لأجله (Maf’ul Li Ajlih) → menjelaskan sebab suatu fi’il terjadi. مثال: صليتُ خشيةَ العقاب. (Aku shalat karena takut siksa.) * المفعول معه (Maf’ul Ma’ah) → menjelaskan sesuatu yang terjadi bersamaan dengan fi’il. مثال: جاءَ خالدٌ والنهرَ. (Khalid datang bersama sungai.) 1979 ما هو التوكيد؟ Apa yang dimaksud dengan taukid? Jawaban: التوكيد هو تابع يذكر لرفع الشك أو لتقوية المعنى. Taukid adalah kata yang mengikuti kata sebelumnya untuk menghilangkan keraguan atau memperkuat makna. مثال / Contoh: * جاءَ الطالبُ نفسُهُ. (Murid itu sendiri yang datang.) * رأيتُ الأسدَ كلَّهُ. (Aku melihat seluruh singa.) 1980 ما أنواع التوكيد؟ Apa saja jenis-jenis taukid? Jawaban: ينقسم التوكيد إلى نوعين: Taukid terbagi menjadi dua jenis: # التوكيد اللفظي (Taukid Lafdzi) → pengulangan kata مثال: جاءَ جاءَ الطالبُ. (Murid itu benar-benar datang.) # التوكيد المعنوي (Taukid Ma’nawi) → menggunakan kata tertentu مثال: جاءَ الطالبُ نفسُهُ. (Murid itu sendiri yang datang.) Silakan lanjut ke nomor berikutnya! 😊
Summary:
Please note that all contributions to freem are considered to be released under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 (see
Freem:Copyrights
for details). If you do not want your writing to be edited mercilessly and redistributed at will, then do not submit it here.
You are also promising us that you wrote this yourself, or copied it from a public domain or similar free resource.
Do not submit copyrighted work without permission!
Cancel
Editing help
(opens in new window)